Friday, June 02, 2006 |
Penantian |
Dalam bimbang aku menanti, sebuah jawaban pasti tentang do'a yang kupuhunkan. namun, tak sedikitpun ada keraguan bahwa Allah akan mengabulkan meski harus ketempuhi sebuah kesabaran serta keikhlasan untuk waktu dan wujud dari pintaku.
Langkahku goyah siang itu ditengah mentari yang terlalu menyengat, hingga kulitku terasa semakin kelam menghitam. Kuucapkan lirih do'aku hari ini "smoga gusti Allah yang maha pengasih mempertemukanku denganmu, disini tempat yang sama slalu aku menanti".
Penyesalan dan kesedihan ini takkan berhenti. Biarkan cerca, dera, dan lukanya jiwa kurasakan tiap detik. Mungkin ini adalah hukuman atas dosa dan nista yang terlakukan di masa lalu kelam itu...
sepuluh tahun aku lari dari kenyataan bahwa aku pernah menghadirkan kehidupan untukmu, dari rahimku yang saat itu menolakmu. kini kujalani sisa hidupku mengharap kehadiranmu
Sekali lagi jiwaku berteriak untuk kerinduan padamu.. rasa bersalah karena meninggalkanmu .. rasa takut karena kehilanganmu ..
Akhirnya senja ini hadir juga, artinya sehari lagi harus kulalui waktu tanpa bersamamu. Aaaah.. sampai kapankah harus kuakhiri kesepian ini.
:: dipersembahkan untuk :: seorang ibu di perjalanan ::.. |
posted by ratna @ 1:32 PM |
|
2 Comments: |
-
Sampai hayat dikandung badan :D
-
Jadi kangen sama ibu. Ia memang malaikat yang dikirim Allah ke dunia untuk menjaga kita
|
|
<< Home |
|
|
|
|
|
Sampai hayat dikandung badan :D